10 PENEMUAN HEWAN ANEH

 

Dunia kita ini sangatlah luas dan dihuni oleh berbagai macam spesies hewan yang mengagumkan. Tentu saja setiap kalinya pasti ada spesies hewan baru yang ditemukan keberadaannya oleh para peneliti. Beberapa terkesan biasa, namun beberapa lainnya ternyata sangatlah unik dan aneh. Berikut adalah daftar 10 penemuan hewan terbaru ini yang spesiesnya sendiri cukup unik dan aneh keberadaannya.

1. Tikus Vampir Berhidung Babi


Tim peneliti termasuk dari Australia berhasil menemukan spesies baru, tikus yang memiliki hidung seperti hidung babi hutan. Tikus ini ditemukan di dekat Malangga Selatan, Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, pada daerah pegunungan sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.

Tikus yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh para peneliti, ditemukan di daerah pegunungan di Sulawesi oleh tim peneliti internasional termasuk dari Museum Victoria di Australia.

Tikus yang memiliki hidung panjang, dan kuping lebar itu demikian uniknya, sehingga tidak saja dikategorikan sebagai spesies baru, namun juga genus baru. Genus setingkat lebih tinggi dari spesies dalam penggolongan binatang.


"Saya masih terkesan bahwa kita bisa masuk ke dalam hutan dan menemukan spesies binatang baru, yang berbeda dari spesies lain, dan belum pernah ditemukan oleh ilmuwan lain sebelumnya," kata peneliti Museum Victoria Dr Kevin Rowe.

Selain hidungnya yang mirip hidung babi hutan, tikus baru ini memiliki kaki yang lebih panjang, mulut yang kecil dan rambut di daerah kemaluan yang panjang.


"Menurut perkiraan kami, rambut itu membantu binatang untuk menemukan pasangan," kata Rowe sambil menambahkan para peneliti belum tahu persis fungsi rambut di kemaluan hewan tersebut.

Para peneliti mengatakan tikus ini adalah carnivora, yaitu hewan pemakan daging dengan cacing dan kepompong menjadi santapannya.

Dr Rowe mengatakan ketika peneliti menemukan tikus itu merupakan saat yang mengesankan. "Saya menemukannya di perangkap yang saya pasang," ujarnya.

"Tentu saja saya langsung berteriak meminta teman-teman melihatnya. Kami segera tahu bahwa ini bukan saja spesies baru, namun apakah ini genus baru, dan apakah mirip dengan apa yang sudah pernah digambarkan sebelumnya," kata Dr Rowe.

Tikus ini adalah genus tikus ketiga yang ditemukan oleh tim ilmuwan tersebut sejak tahun 2012. Penemuan mereka sudah diterbitkan di Journal of Mammalogy.

Tikus ini ditemukan di dekat desa Malangga Selatan, di Tolitoli, Propinsi Sulawesi Tengah, pada daerah pegunungan sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.

Dengan bantuan penduduk setempat, para ilmuwan menjelajahi kawasan tersebut selama dua hari perjalanan dari desa terdekat ketika mereka menemukan tikus ini.

Secara geologis, Pulau Sulawesi dikenal sebagai pulau yang tidak pernah menyatu dengan lempengan daratan Asia maupun Australia. Garis pemisah yang melingkupi Pulau Sulawesi dikenal sebagai Garis Wallacea.

Sulawesi merupakan pulau terbesar ketiga dalam jajaran pulau-pulau yang membentuk Republik Indonesia, dengan luas sekitar 172 ribu kilometer persegi.

Para peneliti telah lama tertarik dengan Pulau Sulawesi karena di wilayah ini kehidupan hewan mamalia masih menyimpan banyak misteri.

2. Udang Karang Berwarna


Udang karang yang baru-baru ditemukan para peneliti ini tidaklah seperti udang karang yang pernah ditemukan pada umumnya. Mereka dikategorikan aneh untuk spesies mereka. Hal tersebut adalah karena mereka memiliki warna yang sangat indah yang membuatnya tampak menakjubkan dibandingkan udang karang lainnya. 

Adalah seorang peneliti asal Jerman bernama Christian Lukhaup yang pertama kali menemukan hewan ini. Walaupun udang karang menakjubkan ini pernah dijual pada tahun 2000, tidak ada seorangpun yang berusaha untuk mempelajari hewan ini dan mengira bahwa udang tersebut hanyalah bentuk udang lain yang memiliki kelainan. Kemudian Lukhaup melakukan pencarian dan menemukan jejak awal dari udang ini ternyata tidak lain dan tidak bukan berasal dari Indonesia.

3. Kura-Kura Yang Dapat Menyala Dalam Gelap


Selama ini, hewan yang kita tahu bisa hidup di darat dan air itu tidak bersinar seperti kunang-kunang atau binatang lainnya. Akan tetapi, penemuan baru-baru ini menemukan keberadaan seekor kura-kura yang bisa bersinar terang di perairan Kepulauan Solomon.

Uniknya, binatang yang baru saja di temukan ini mengeluarkan sinar yang memancar dari tubuhnya. Di mana, tubuh kura-kura itu memancarkan sinar warna hijau dan merah neon. Namun, anehnya kondisi ini hanya berlaku saat kura-kura berada di dalam laut saja.

Sebenarnya sih, kondisi seperti ini memang biasanya juga terjadi dengan makhluk hidup penghuni lautan yang hidup di kedalaman tertentu. Namun, tetap saja kasus penemuan kura-kura yang mampu bersinar ini memang fenomena baru, seperti dilansir melalui Buzzfeed.


Menurut ahli biologis, David Gruber yang berasal dari salah satu universitas di New York mengatakan bahwa warna punggung kura-kura itu bakal mendadak bersinar. Menurutnya, kondisi itu berlangsung saat kura-kura sedang berenang di lautan pada malam hari atau kedalaman lautan tertentu.

Sebagai penemu salah satu fenomena pada binatang kura-kura ini mengaku kalau penemuan tersebut tidak disengaja olehnya. Sebab, saat itu ia pergi ke kepulauan itu karena sedang mengerjakan film dokumentasi tentang karang dan hiu

Bahkan, ia sendiri pun tak menduga bakal menemukan makhluk hidup yang bisa bersinar terang di dalam lautan saat malam hari tersebut. Dengan ini kemungkinan kura-kura tersebut punya keahlian menyamar dengan baik di antara ganggang merah.

4. Siput Paling Kecil


Belum lama ini komunitas ilmiah asal Tiongkok merilis penemuan micronalis mereka ke publik. Sekelompok peneliti menemukan populasi siput tanah dengan ukuran yang sangat kecil. Bahkan siput ini diklaim sebagai yang terkecil di dunia. Para peneliti menemukan spesies siput ini di Propinsi Guangxi, Tiongkok Selatan.

Spesies tanah ini diketahui hanya berukuran 0,86 mm termasuk cangkangnya. Bahkan karena ukuran yang sangat kecil, sampai-sampai satu lubang jarum bisa dimasukki oleh 10 spesies siput ini. Para penemu yang terdiri dari Barna Pall-Gergely dan Takahiro Asami dari Shinshu University, Adrienne Jochum dari University and Natural History Museum of Bern, dan Andras Hunyadi dikabarkan sudah menemukan setidaknya tujuh spesies siput baru di seluruh dunia.

Dan siput yang ditemukan di Propinsi Guangxi tersebut adalah siput yang paling kecil. Siput tersebut ditemukan dalam sebuah sampel tanah yang diambil dari dasar tebing kapur di Guangxi yang tidak jauh dari Vietnam bagian utara.

Belum banyak penjelasan mengenai bagaimana siput ini hidup. Tapi salah satu diantara tim peneliti menjelaskan bahwa kemungkinan makhluk kecil ini memakan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur filamen. Hipotesis lain mengatakan bahwa bentuk kerang yang bulat memungkinkan siput kecil ini mengapung di permukaan air bila diperlukan.

Di sisi lain Pall Gergely mengungkapkan bahwa siput kecil yang ditemukan oleh timnya itu akan memberikan implikasi besar bagi para ilmuwan dan masyarakat umum. Ukuran tubuh organisme ini sangat ekstrem, dan pasti bisa menarik perhatian masyarakat. Tim peneliti tersebut berharap hasil penemuan mereka bisa menjadi dasar taksonomi untuk studi di masa depan mengenai evolusi dwarfisme untuk hewan invertebrata.

Tapi sayang, siput kerdil ini belum memecahkan rekor dunia siput terkecil di dunia. Pasalnya saat ini pemegang rekor siput terkecil adalah spesies siput laut yang panjangnya berkisar antara 0,32 mm sampai 0,46 mm. Sedangkan rekor siput terbesar dipegang oleh spesies siput tanah asal Afrika yang ukurannya 15,5 inci atau sekitar 39,4 cm.

5. Laba-Laba Peekaboo


Nama Peekaboo di sini hanyalah sebuah julukan bagi spesies laba-laba satu ini karena perilaku mereka yang sangat unik dimana mereka seakan-akan bermain petak umpet. Ditemukan baru-baru ini keberadaannya di Australia, laba-laba yang memiliki nama Jotus Remus ini memiliki sepasang kaki belakang yang bentuknya menyerupai dayung dari daun. Laba-Laba Peekaboo memiliki perilaku yang unik ketika musim kawin mereka tiba. 

Pada saat musim kawin, Remus jantan akan bersembunyi di bawah suatu objek seperti daun atau kayu pohon dan kemudian menggerakan kaki belakangnya yang menyerupai dayung tersebut layaknya main petak umpan. Tujuan dari perilaku unik tersebut adalah untuk merayu dan memancing para betina.

6. Ikan Puffer



Ini mungkin bukanlah penemuan hewan baru namun layak dibicarakan di sini karena memang adalah penemuan baru mengenai perilaku hewan yang aneh. Selama bertahun-tahun lamanya para peneliti berusaha memecahkan misteri dari lingkaran aneh yang berada di dasar laut. Mereka akhirnya menemukan siapa sebenarnya pelaku yang membuat lingkaran aneh sebesar 2 meter di dasar laut itu. 

Ternyata pelakunya adalah ikan Puffer jenis Torquigener Albomaculosus. Torquigener Albomaculosus membuat lingkaran ini sebagai alat untuk menarik perhatian sang betina dan juga sebagai tempat menaruh telur mereka. Mungkin ikan Puffer kecil ini terlihat biasa saja, namun ternyata ikan ini juga mampu membuat karya seni di dasar laut yang menakjubkan.

7. Katak yang Dapat Berubah Bentuk



Walaupun kita membicarakan katak yang dapat berubah bentuk namun tentunya kita bukan membicarakan kata yang dapat berubah menjadi seorang pangeran tampan. Di wilayah Ekuador, ada 2 jenis katak yang belakangan ini diketahui dapat merubah fisik mereka berdasarkan lingkungan sekitar. Kedua jenis katak tersebut adalah katak yang memiliki nama Pristimantis Sobetes dan Pristimantis Mutabilis. Merupakan 2 orang pecinta alamlah yang berhasil menemukan keberdaan spesies katak ini yakni Katherine dan Tim Krynak.

8. Paus Omura



Balaenoptera omurai atau Paus Gembala Laut adalah spesies paus yang informasinya tidak banyak diketahui dan memiliki sedikit nama umum. Pengumuman ditemukannya paus ini diumumkan pada 20 November 2003, edisi majalah Nature (426, 278-281) oleh tiga ilmuwan Jepang, Shiro Wada, Masayuki Oishi dan Tadasu K. Yamada.

Keberadaan paus Omura ini pada kenyataannya masih menjadi misteri. Hampir bisa disebut sebagai salah satu makhluk cryptid,

Sebagaimana permukaan dan kedalaman laut di dunia ini sangatlah luas, sangatlah sulit untuk menemukan keberadaan Paus Omura. Hingga sekarang tidak diketahui dengan pasti berapa jumlah mereka. Hanya sebanyak 25 ekor yang berhasil masuk dalam katalog. Meskipun tidak begitu banyak informasi yang diketahui mengenai hewan menakjubkan ini, para peneliti meyakini bahwa paus Omura hidup di perairan tropis.

9. Siput Psychedelic



Phyllodesmium acanthorhinum, begitulah nama dari hewan menakjubkan ini. Dengan bentuk yang menyerupai jari manusia disertai warna tubuhnya yang biru cerah serta motif seperti petir di tubuhnya membuat siapapun yang melihat hewna ini mengira ini adalah alien. Hewan yang merupakan siput laut ini memiliki panjang yang relatif pendek yaitu 2,5 cm. Para peneliti menemukan beberapa spesimen dari hewan ini di sekitar Okinawa dan juga Great Barrier Reef.

10. Hiu Ninja Lentera



Sambutlah ninja lanternshark (hiu lentera ninja), spesies hiu yang baru-baru ini resmi mendapatkan nama ilmiahnya. Hiu ini unik, selain pandai bersembunyi di kegelapan laut dan memiliki kulit berwarna hitam yang membantunya berkamuflase, hewan ini juga bisa menyala di dalam gelap.

Menurut Science Alert, ninja lanternshark ditemukan oleh tim ilmuwan di Pacific Shark Research Centre, Moss Landing, California. Nama resmi Latin hiu ini adalah Etmopterus benchleyi, diambil dari nama pengarang Jaws, Peter Benchley.

"Ketika berenang, hiu ini diterangi cahaya dan terlihat menonjol, meski keseluruhan tubuhnya berwarna hitam," ungkap Masquez dikutip CBC.


"Sehingga, cahaya lanternshark cukup menyembunyikan bayangan dan siluet mereka."

Nama ini digagas oleh para sepupu dari periset Vicky Vasquez. Keempatnya, berusia antara 8 sampai 14 tahun, menyarankan nama 'super ninja shark', karena sifat hewan ini yang jago bersembunyi, namun Vasques mengubahnya lagi.

Ninja lanternshark berukuran sekitar setengah meter, dan hidup di kedalaman 1.000 meter di Pacific Coast, Central America. Vaquez memperkirakan kombinasi aneh kulit gelap dan cahaya membantunya dalam mencari mangsa.

Penemuan ini dilaporkan di edisi terbaru Journal of the Ocean Science Foundation.

Namun, spesies hiu ini pertama kali ditemukan pada tahun 2010 lalu. Semenjak itu, tujuh hiu spesies ini ditemukan di Costa Rica, Panama, dan Nicaragua.

Gimana menurutmu kawan...

Sumber : Google

No comments:
Write komentar

>> Silahkan Tinggalkan Komentar Anda
>> ------------------------------------------------ <<